Tergiur Investasi Bodong Warga Kota Serang dan Cilegon Rugi Ratusan Juta

  • Bagikan
Tergiur Investasi Bodong Warga Kota Serang dan Cilegon Rugi Ratusan Juta
Tergiur Investasi Bodong Warga Kota Serang dan Cilegon Rugi Ratusan Juta

HITAM PUTIH – Sejumlah warga Kota Serang dan Kota Cilegon didampingi kuasa hukumnya mendatangi Polda Banten. Mereka bermaksud untuk melaporkan kasus dugaan investasi bodong dengan kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Para korban melaporkan seseorang berinisial M yang diduga sebagai pelaku dengan mengatasnamakan diri dari PT. Antam Persero dengan menawarkan investasi logam emas antam. Setidaknya ada sekitar 40 orang yang menjadi korbannya.

Salah satu korban, Anjar Mei Triana menceritakan, mulanya ia ditawari oleh temannya untuk ikut nvestasi logam emas antam dengan sistem bagi hasil.

“Karena di iming-imingi dengan bagi hasil yang besar dari lima hingga sepuluh persen saya jadi tertarik,” katanya saat ditemui di Polda Banten, Jum’at (11/6/2021).

BACA JUGA :  Walikota Serang: Instruksi Gubernur Banten Ganggu Pemulihan Ekonomi di Kota Serang

Sejak saat itu, lanjut Anjar, dirinya mulai rajin berinvestasi dan mengajak orang lain untuk menjadi member investasi itu.

“Awalnya satu gram emas dengan nilai satu juta rupiah, setelah itu saya membawa banyak member biar dapat keuntungan sebesar 4 persen persatu member tergantung program dari M,” imbuhnya.

Mulaya, semua berjalan lancat, semua bonus dibayarkan oleh tersangka. Namun sejak November 2020, dirinya mengaku sudah tidak mendapatkan hasil apa-apa lagi dari M.

“Namun setelah berhasil membawa banyak member dan berinvestasi terus menerus pada november M sudah mulai tidak memberikan bagi hasilnya dan menghilang,” Jelasnya

Akibat perbuatan M, lanjut Anjar, dirinya dan 35 member yang ia bawa mengalami kerugian hingga mencapai 550 juta rupiah. “Hingga saat ini M tidak dapat dihubungi,” tandasnya.

BACA JUGA :  Tradisi Adat Tahunan, Seba Baduy 2021 Dilaksanakan Secara Terbatas

Sementara itu, kuasa hukum warga dari Pusat Advokasi Hukum dan HAM cabang Banten, Iskat menjelaskan, modus pelaku awalnya menawarkan investasi emas dengan menyebutkan nama PT Antam. “Kemudian ditawarkan dan ada keuntungan yang di janjikan yang konon pelaku ini merupajan kordinator Banten PT Antam,” jelasnya.

Namun sejak November 2020 lalu, lanjut Iskat, korban yang semula dijanjikan mendapatkan keuntungan ternyata sampai saat ini tidak mendapatkan bagi hasil. “Bahkan modal tidak kembali sampai saat ini,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *