Soal Jeritan Rakyat Kesulitan Air, Kalam Minta DPRD Lebak Tak Tutup Mata dan Telinga

  • Bagikan
Soal Jeritan Rakyat Kesulitan Air, Kalam Minta DPRD Lebak Tak Tutup Mata dan Telinga
Soal Jeritan Rakyat Kesulitan Air, Kalam Minta DPRD Lebak Tak Tutup Mata dan Telinga

HITAM PUTIH – Komunitas Alam dan Perduli Masyarakat (Kalam) meminta DPRD Kabupaten Lebak agar tidak terkesan tutup mata dan menutup telinga soal jeritan rakyat Lebak kesulitan air karena tidak di distribusikan air oleh PDAM Tirta Multatuli, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Selain itu, pihaknya mengutuk keras kesan ketidakpeduliaan PDAM kepada rakyat khususnya pelanggan.

“Kami minta DPRD jangan santai menanggapi hal ini. Ini soal kebutuhan hidup manusia, kebutuhan hidup orang banyak. Kami minta DPRD sebagai wakil rakyat turun melihat warga banyak yang kesulitan air karena tidak di distribusikan oleh PDAM,” tegas Farid Anhari Rizki kepada media, Minggu (11/7/2021).

Kata Ari sapaan akrabnya, pihaknya meminta agar DPRD sebagai wakil rakyat sungguh-sungguh untuk segera bergerak melakukan tindakan demi menyelamatkan rakyat dari kesulitan air tersebut. Karena air, kata ia, sumber penghidupan masyarakat apalagi saat ini Lebak dilanda Pandemi Covid -19.

“Ekonominya sudah susah, ditambah saya dengar air hingga 10 hari bahkan lebih tidak juga mengalir. Rakyat menjerit, rakyat terjepit. Untuk itu saya minta DPRD selaku wakil rakyat untuk turun tangan kepada PDAM agar mendistribusikan air,” ujarnya.

BACA JUGA :  Soroti Rumusan Raperda RTRW, Aktivis OKP Demo DPRD Lebak

Ia mengungkapkan, setiap kali mendengar aduan dari masyarakat soal air PDAM tidak mengalir, ia tersentuh dan merasa sakit, di bumi Lebak tercinta ini yang penuh dengan kemakmuran dan kesejahteraan kini ternodai dan menyakiti rakyat karena kekeringan air. Karena rakyat tidak juga di distribusikan air.

“Kami sangat terluka, berkali- kali mendengar Rakyat Lebak kesulitan air,” imbuhnya.

Menurut Ari, PDAM Tirta Multatuli terindikasi melanggar UU perlindungan konsumen. Dimana dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen  yang mengatur mengenai hak-hak konsumen.

“PDAM sebagai perusahaan daerah, diberi tanggung jawab untuk mengembangkan dan mengelola sistem penyediaan air bersih serta melayani semua kelompok konsumen dengan harga yang terjangkau,” terangnya.

Selain itu, kata Ari, konsumen juga berhak atas kenyamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi serta memiliki hak atas informasi yang benar, jujur, dan jelas tekait kondisi dan jaminan barang dan atau jasa dalam hal ini air bersih dari PDAM Tirta Multatuli, sesuai dengan Undang – Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan Konsumen.

BACA JUGA :  Kapolda Banten Serahkan Bingkisan Lebaran Kepada Personel yang Bertugas di Operasi Ketupat Maung 2021

“Kami menilai, pihak PDAM yang sudah berkali – kali dan sering tidak mendistribusikan air kepada pelanggan, artinya bahkan mereka sudah melampaui batas indikasi pelanggaran UU Konsumen dimana pasal yang tertuang itu. Artinya, pihak PDAM harus memberikan kompensasi kepada konsumen dan segera memperbaikinya,” tegasnya lagi.

Dihubungi terpisah, salah satu anggota Komisi II DPRD Kabupaten Lebak Agus Suhendra menyampaikan, di dalam perusahaan PDAM Tirta Multatuli Kabupaten Lebak diduga managementnya ada yang rusak. Sehingga hal itu harus segera di perbaiki. Selain itu, dalam kinerjanya juga harus diperbaiki.

“PDAM harus segera memperbaiki managementnya, dan memperbaiki kinerjanya juga. Terlebih pada saat RDP dengan komisi 2 beberapa waktu lalu, kita menemukan ketidakprofesionalan dalam menjalankan tufoksi yang dilakukan antar bagian,” harapnya.

BACA JUGA :  Buntut Tudingan Soal Ponpes Fiktif, Puluhan Kyai Laporkan Uday Suhada Ke Polda Banten

Kata Agus, disitu ada yang saling tumpang tindih kewenangan dalam pengambilan kebijakan dan dalam rapat tersebut. Selain itu, pihaknya menilai disitu terindikasi adanya dualisme kepemimpinan dalam tubuh PDAM,

“Ini yang harus diperbaiki. Mereka tidak kompak dalam menjalankan tugas. Adanya dualisme tersebut juga di ungkapkan oleh beberapa orang pada saat RDP waktu itu,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Sejumlah warga di Kampung Babakan Kalapa, Desa Aweh Kecamatan Kalanganyar mengaku sedih dan kecewa kepada pihak PDAM Tirta Multatuli Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Lantaran ditengah pandemi Covid -19 air PDAM hingga 10 hari belum juga mengalir.

“Kami sedih dan kecewa pak, kenapa PDAM tidak memikirkan pelanggannya disini. Sudah susah mencari ekonomi karena batasan PPKM Darurat Covid -19, ditambah sekarang air engga ada. Ini sudah keterlaluan pak,” kata Ira kepada media, Sabtu (10/7/2021).

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *