Kabar Ucok Tigor Simbolon Eksekutor Napi di Lapas Cebongan

  • Bagikan
Serda Ucok Tigor Simbolon
Serda Ucok Tigor Simbolon

Serda Ucok mengeksekusi empat tahanan pelaku pembunuhan anggota Kopassus dengan menggunakan senjata AK-47. Atas perbuatannya, Serda Ucok pun akhirnya dijatuhi hukuman penjara.

HITAM PUTIH – Nama Serda Ucok Tigor Simbolon sempat menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Pada tahun 2013 silam Serda Ucok bersama 12 rekannya anggota Kopassus terlibat dalam penyerangan.

Kejadian itu terjadi di Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Serda Ucok lantas menjadi terdakwa kasus penembakan terhadap 4 tahanan di Lapas Cebongan.

Mereka yang tewas ialah Yohanes Juan Manbait, Gamaliel Yermiyanto Rohi Riwu, Adrianus Candra Galaja, dan Hendrik Benyamin Sahetapy Engel. Keempatnya bertanggung jawab atas kematian Serka Heru Santoso di Hugo’s Cafe yang juga senior Serda Ucok di Korps Baret Merah.

Melansir melalui akun Instagram @infokomando berikut foto terbaru dari Ucok Tigor Simbolon. “Brotherhood sekali komando tetap komando,” tulis akun Instagram info komando.

Sekitar 8 tahun berlalu, baru-baru ini beredar potret terbaru Serda Ucok. Meski tak mengenakan seragam TNI lagi masyarakat luas tetap bisa mengenalinya.

BACA JUGA :  Aturan Terbaru, PNS Bolos Kerja 10 Hari Langsung Dipecat

Ia tampil menggunakan celana jeans dan kaos yang ditemani seorang pria.

Sebagai pecinta militer tentunya kita tidak akan pernah lupa dengan sosok Serda Ucok Simbolon. Beliau sempat menghebohkan masyarakat luas.

Hal ini terjadi lantaran dirinya bersama sejumlah rekan anggota lainnya, terlibat dalam penyerangan di Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Cebongan, Sleman, Yogjakarta. Tindakannya tersebut lantas menjadi pertanyaan di kalangan masyarakat.

Apakah tindakan yang dilakukan Serda Ucok dan rekan anggota Kopassus lainnya adalah kriminalitas atau bentuk kesetiakawanan? Pada akhirnya para prajurit Kopassus ini didakwa atas pembunuhan napi di Lapas Cebongan.

Serda Ucok divonis 11 tahun penjara dan dipecat dari TNI. Mengingat bahwa Serda Ucok merupakan eksekutor sekaligus pemegang komando pada penyerangan tersebut.

Setelah melihat keadaan Ucok saat ini, jadi teringat perkataannya yang mengatakan jika nanti sudah selesai upaya hukum beliau dan keluarga akan menetap di Jogja.

BACA JUGA :  Polda Banten Bongkar Kasus Mafia Tanah, 3 Orang Jadi Tersangka

Kopassus Simbolon akan memberantas premanisme. Para pencinta militer pasti kangen dengan Serda Ucok Tigor Simbolon

Serda Ucok Tigor Simbolon Dimata Ayahnya

Di mata keluarga, Serda Ucok Tigor Simbolon adalah sosok pemberani, punya semangat kuat dalam mencapai keinginan, dan sayang kepada anggota keluarganya. Keluarga bangga dengan prajurit Kopassus yang divonis 11 tahun dan dipecat dalam kasus penyerangan LP Cebongan Sleman ini.

“Anak saya itu hebat dan sayang pada anggota keluarganya,” ungkap ayah Ucok, Teguh Simbolon, kepada wartawan seusai menghadiri sidang vonis di Pengadilan Militer II/11 Yogyakarta, Kamis (5/9/2013).

Bapak empat cucu ini bercerita mengenai awal mula Ucok masuk dinas TNI. Ucok masuk Kopassus karena ada pamannya yang jadi anggota Kopassus yang bertugas di Serang Banten.

Saat mendaftar TNI, Ucok baru kelas 2 SMA. Dia terima menjadi tamtama TNI AD. Setelah itu, ia mengikuti pendidikan di Kopassus.

“Saya waktu itu sempat marah dan khawatir karena belum lulus SMA, tapi setelah itu tidak, karena keinginannya kAuat,” katanya.

BACA JUGA :  Danrem 064/MY Diwakili Kasiter Kasrem 064/MY Dampingi Tim Wasev Pusterad

Hati Teguh luluh. Dia mendukung sepenuhnya kemauan sang anak.

Serda Ucok belum lama ini menyelesaikan pendidikan bintara TNI. Ia menikahi Enis Nurwati yang menyandang gelar sarjana hukum dan mempunyai satu anak berusia 3 tahun. Ia mendorong istrinya menyelesaikan S2 notaris.

“Setahu saya ijazah SMA Ucok itu melalui ujian persamaan C sekitar tahun 2008. Saya bangga dengan prestasi Ucok sebagai prajurit TNI,” pungkas Opung Teguh Simbolon.

Setelah Bebas, Serda Ucok Siap Berantas Preman di Yogya

Serda Ucok Tigor Simbolon berjanji setelah upaya hukum selesai akan memboyong keluarganya pindah ke Yogyakarta.

Ucok mengaku sangat terkesan dengan masyarakat Yogya yang selama proses sidang telah mendukungnya dan terus memberikan semangat.

“Jika nanti sudah selesai upaya hukum, saya dan keluarga akan menetap di Yogya. Kita akan bersama-sama memberantas premanisme,” tegas Ucok di teras Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta seusai sidang, Kamis (5/9/2013).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *