Sejarah bendera Merah Putih singkat

  • Bagikan
Sejarah bendera Merah Putih singkat
Sejarah bendera Merah Putih singkat

SEJARAH, HITAM PUTIH – Bangsa Indonesia memiliki bendera berwarna merah putih yang merupakan simbol negara. Bendera ini disebut sebagai Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih, Sang Merah Putih, Merah Putih, atau Sang Dwi Warna (dua warna).

Dilansir dari situs resmi Kementerian Sekretariat Negara, bendera merah putih ini berbentuk persegi panjang dengan ukuran 2/3 dari panjang. Bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih. Kedua bagian itu berukuran sama.

Bendera merah putih ini merangkum nilai-nilai kepahlawanan, patriotisme, dan nasionalisme.

Bendera Merah Putih sebenarnya sudah dipakai sejak zaman kerajaan.

Bendera ini dikenakan sebagai panji kerajaan oleh Kerajaan Kediri. Kemudian, bendera ini digunakan lagi oleh Kerajaan Majapahit sebagai lambang kebesaran pada abad ke-13 hingga ke-16.

Pada awal abad ke-20, di bawah kekuasaan Belanda, Sang Saka Merah Putih digunakan oleh pelajar dan kaum nasionalis. Usai perang dunia II dan kemerdekaan Indonesia, bendera Merah Putih akhirnya dijadikan sebagai bendera nasional.

BACA JUGA :  Sejarah Kota Serang Provinsi Banten

Bendera Merah Putih pertama kali dikibarkan di Indonesia pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Kala itu, bendera tersebut dibuat menggunakan mesin jahit tangan oleh Fatmawati, istri Presiden Soekarno.

Hingga saat ini, bendera Merah Putih menjadi benda sakral yang menyimpan sejarah mendalam untuk Indonesia. Bendera ini kerap dikibarkan setiap upacara Hari Kemerdekaan Indonesia yang digelar pada 17 Agustus.

Makna Merah Putih pada bendera Indonesia

Tak hanya menyimpan sejarah, bendera Merah Putih juga mengandung makna tersirat. Warna merah artinya “berani”, putih berarti “suci”. Warna merah juga melambangkan tubuh manusia, sementara putih menggambarkan jiwa manusia.

Secara garis besar, bendera Merah Putih juga memuat identitas dan nilai-nilai bangsa, yaitu kepahlawanan, patriotisme, dan nasionalisme.

BACA JUGA :  Kain Poleng dari Bali Makna Fungsi dan Filosofi

Siapa yang menjahit bendera Merah Putih

Siapa yang menjahit bendera Merah Putih

Fatmawati tidak sengaja mendengar teriakan bahwa bendera Indonesia belum ada saat Soekarno bersama tokoh lainnya sedang berkumpul menyiapkan peralatan untuk pembacaan naskah teks proklamasi.

Tanpa pikir panjang, segera Fatmawati mencoba untuk menjahit bendera Sang Saka Merah Putih. Walau hanya ‘Merah dan Putih’ tentu saja bukan perkara mudah bagi Fatmwati yang saat itu sedang hamil besar.

Dipanggilnya Chaerul Basri untuk bertemu dengan Pemimpin Barisan Propaganda Jepang Gerakan Tiga A, Shimizu. Dia meminta Shimizu menyiapkan dua kain besar berwarna merah dan putih.

Bukan sembarang kain yang dibawa oleh Shimizu, melainkan kain katun Jepang. Kain ini terkenal awet dan tahan lama. Sejumlah negara juga menggunakan bahan ini untuk benderanya.

BACA JUGA :  Sejarah Indonesia Sebelum Merdeka

Dengan menggunakan alat jahit tangan, bendera Merah Putih berukuran 2×3 meter itu dijahit oleh Fatmawati di ruang makan.

Dalam Buku berjudul Berkibarlah Benderaku (2003), yang ditulis oleh Bondan Winarno, diketahui Fatmawati sambil menitikan air mata ketika menjahit bendera ini.

Bukan tanpa alasan, sebab saat itu Fatmawati tengah menanti kelahiran Guntur Soekarnoputra, yang memang sudah bulannya untuk melahirkan.

Di buku tersebut, Fatmawati menjahit menggunakan mesin jahit Singer yang hanya bisa digerakan menggunakan tangan saja. Karena mesin jahit menggunakan kaki, tidak diperkenankan mengingat usia kehamilan Fatmawati.

Fatmawati baru menyelesaikan jahitan bendera Merah Putih itu dalam waktu dua hari. Bendera Merah Putih berukuran 2 x 3 meter itu akan dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *