PPKM Level 4, PKL di Balong Rancalentah Rangkasbitung Kibarkan Bendera Putih

  • Bagikan
PPKM Level 4, PKL di Balong Rancalentah Kibarkan Bendera Putih
PPKM Level 4, PKL di Balong Rancalentah Kibarkan Bendera Putih

HITAM PUTIH – Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan diseputaran destinasi wisata Balong Rancalentah, Kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, mengibarkan Bendera Putih, pertanda “MENYERAH” seiring dengan penerapan PPKM Level 4.

Hal itu diungkapkan Kang Iman (45) salah seorang PKL penjual Juice Aneka Buah-buahan, kepada awak media, malam kemarin.

“Saya nyerah pak, saya nyerah pak. Bagaimana solusinya, wayahna perhatikeun jeung bantuan ieu padagang di balong (saya menyerah pak, bagaimana solusinya, tolong carikan jalan terbaik dan bantu para pedagang di balong),” ujar Kang Iman dengan suara terbata-bata dan akhirnya menangis sambil mengibarkan bendera putih, tanda menyerah menghadapi keadaan jaman.

Kang Iman, sudah lama berjualan aneka Juice diseputaran Balong Rancalentah. Rumahnya di Kampung Leuwikaung, sekitar 250 meter, tak jauh dari lokasi destinasi wisatawan lokal itu. Ia juga merupakan salah seorang pengurus perkumpulan para pedagang diseputaran Balong Rancalentah.

BACA JUGA :  Riky Suhendra: Saya Memohon Kepada Gubernur Banten Agar Mengkaji Ulang Instruksi Nomor: 556/901-Dispar/2021

“Sejak buka sore hari hingga malam ini sekitar pukul 19.05 WIB, hanya laku satu gelas saja,” tuturnya.

Dikatakan Kang Iman, juice aneka buah-buahan di jual seharga Rp 10 ribu/gelas. Sementara jam 20.00 WIB seluruh pedagang harus sudah tutup atau pulang.

“Pada di hari-hari biasa, sebelum pandemi covid-19 bisa terjual sampai 50 gelas,” ucapnya penuh sedih.

Ia mengeluhkan, sejak pandemi covid -19 dan diberlakukan PSBB, kemudian disusul dengan PPKM periode sebelumnya dari tanggal 3 Juli – 20 Juli 2021 dan disusul dengan kebijakan PPKM level 4 sampai dengan 2 Agustus 2021, penjualan anjlok. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari sangat susah.

“Kami para pedagang, meminta dengan sangat kepada Pemda Kabupaten Lebak, untuk dicarikan solusi dan di bantu agar bisa bertahan untuk hidup sampai dengan kondisi berjualan secara normal,” harap Kang Iman.

BACA JUGA :  Tak Mampu Bayar Denda PPKM Darurat, Penjaga Toilet Umum di Kota Serang Ditahan

Pantauan di lokasi, malam ini pedagang kaki lima yang berjualan di seputar Balong (depan Kantor Kelurahan Rangkasbitung Barat) sebanyak 17 orang dan di jalan Ksatria 10 orang. Mereka menjajakan aneka kuliner khas Banten dan aneka gorengan makanan ringan. Sementara lampu PJU di seputar balong dipadamkan dan yang menyala diperempatan jalan menuju Kapugeran.

Suasana pun tampak sepi. Hanya sesekali kendaraan lewat. Sebelum pandemi covid-19 dan diberlakukannya PPKM, kawasan Balong Rancalentah merupakan tempat berkumpulnya masyarakat yang ingin menikmati kuliner malam di Kota Rangkasbitung.

Pemkab Lebak bersama unsur Satgas Covid-19; Pol PP, unsur Polres Lebak, unsur TNI Kodim 0603 Lebak, Selasa (27/7/2021) sore hari, nampak membagikan sembako dan beras di sekitar jalan Kesatria. Sementara pembagian beras juga dilaksanakan Sapol PP di pertigaan Kampung Leuwiranji.

BACA JUGA :  Hari Keempat PPKM Darurat, Polsek Maja Bagikan Masker di Perbatasan Lebak-Serang

Namun bantuan sembako dan beras, belum mencukupi kebutuhan warga yang seluruhnya terdampak pandemi covid -19 dan pemberlakukan PPKM.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *