Polres Cilegon Berhasil Ungkap Kasus Tindak Pidana Prostitusi Online

  • Bagikan
Polres Cilegon Berhasil Ungkap Kasus Tindak Pidana Prostitusi Online
Polres Cilegon Berhasil Ungkap Kasus Tindak Pidana Prostitusi Online

HITAM PUTIH – Polres Cilegon Polda Banten melaksanakan pers conference pengungkapan kasus tindak pidana prostitusi online yang terjadi di wilayah hukum Polsek Pulomerak Polres Cilegon Polda Banten, bertempat dilapangan Apel Polsek Pulomerak, pada Selasa (25/05/2021)

Dipimpin langsung oleh Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono SIK SH dengan didampingi Kapolsek pulomerak Kompol Muhammad Akbar Baskoro Nur, Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Arif Nazaruddin Yusuf, Kasi Humas Polres Cilegon IPTU Sigit Dermawan dan Kanit Reskrim Polsek Pulo Merak Iptu Asep Iwan Kegiatan berlangsung dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan.

Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono mengatakan ada satu hal yang sangat ditekankan oleh Bapak Kapolri sesuai dengan 4 transformasi yang beliau tekan kan, diantaranya bidang operasional, organisasi, pelayanan publik dan pengawasan.

BACA JUGA :  Kapolri Resmikan Aplikasi SIM Presisi Nasional, Perpanjang SIM Bisa dari Rumah

“Tentunya di bidang operasional ini adalah peningkatan penegakan hukum tepatnya di wilayah hukum kita ini adanya informasi maraknya prostitusi Online, Dan kami Berkomitmen terhadap hal tersebut. Alhamdulillah pada minggu kemarin dapat terungkap oleh Reskrim Polsek Pulo Merak dan dibantu oleh sat Reskrim Polres Cilegon,” ujarnya.

Dijelaskannya, pada hari Minggu sekitar sekitar pukul 4 ada kejadian tindak pidana perdagangan orang dan atau memperbuat perbuatan cabul yang dilakukan oleh seseorang berinisial MS dengan saksi ada 6 orang dan barang bukti handphone, sepeda motor, STNK, kunci dan uang tunai sebesar Rp.1.000.000.

“Hal itu diungkap atas informasi masyarakat kemudian langsung ditindaklanjuti oleh Polsek pulomerak Polres Cilegon,” terang AKBP Sigit.

BACA JUGA :  Humas Polres Cilegon Berbagi Masker

Ia menambahkan, adapun pasal yang dikenakan adalah pasal 2 ayat 1 undang-undang Republik Indonesia nomor 21 Tahun 2007 tentang tindak pidana pemberantasan perdagangan orang dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun denda paling sedikit Rp 120 juta dan paling banyak 600 juta.

“Kami Polres Cilegon komitmen mengenai miras ranmor dan prostitusi online apabila masyarakat Cilegon mengetahui silakan laporkan kepada kami kami akan ungkap. Kami akan kerjasama dengan masyarakat untuk mengungkap dan mengkondisikan kota Cilegon ini menjadi Cilegon yang aman dan kondusif sehingga pembangunan dapat berjalan dengan lancar,” tegas AKBP Sigit.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *