Ramuan Jamu Herbal Atasi Penyakit Ayam di Musim Hujan

  • Bagikan
ayam hujan
ayam kehujanan

HITAMPUTIH.CO.ID – Bagi sebagian peternak, datangnya musim hujan membawa kekhawatiran tersendiri karena biasanya produksi ayam di musim hujan tidak sebagus ketika musim panas. Selain itu, tak jarang aktivitas dan suasana kerja operator kandang sedikit terganggu akibat turunnya hujan. Masalah ini tentu harus diantisipasi agar produktivitas ayam selama musim hujan tidak menurun.

Beberapa masalah yang muncul DI musim hujan:

Angin Kencang

Permulaan musim hujan atau pergantian dari musim kemarau ke musim hujan (musim pancaroba) biasanya akan diikuti dengan munculnya angin kencang dari arah yang tidak menentu. Di beberapa daerah, terutama daerah yang berdekatan dengan pegunungan, pergerakan angin sangat cepat dan bisa mengakibatkan bencana.

Kecepatan angin yang tinggi ini bisa membuat ayam terkena stres dingin ekstrim, merusak kandang ayam, bahkan kandang ayam bisa roboh. Kerusakan tersebut akan mengakibatkan kerugian besar bagi peternak dan otomatis mengganggu kelancaran usaha peternakan.

Curah Hujan Tinggi

Tingkat curah hujan tertinggi biasanya terjadi pada puncak musim hujan, yaitu di bulan Desember hingga Maret. Dampak curah hujan yang tinggi ini terhadap usaha peternakan ayam adalah sebagai berikut:

Kelembapan udara menjadi tinggi

Kelembapan udara yang tinggi (lebih dari 85%) berdampak kurang baik terhadap pertumbuhan ayam. Saluran pernapasan ayam akan terganggu sebagai akibat dari tingginya kandungan air di udara.

Selain itu, lingkungan yang lembap merupakan kondisi ideal untuk pertumbuhan bakteri, virus, parasit, dan jamur, sehingga ayam menjadi rentan terhadap serangan penyakit. Kelembapan udara yang tinggi juga bisa menyebabkan kondisi sekam pada kandang postal menjadi cepat lembap, basah dan menggumpal sehingga kandungan gas amonia di kandang menjadi tinggi. Ditambah dengan kondisi sekam basah yang bisa menjadi media bagi pertumbuhan bibit penyakit.

Ayam yang dipelihara dengan sistem kandang terbuka (open house) akan lebih terpengaruh oleh kelembapan udara tinggi dibanding ayam yang dipelihara dengan sistem kandang tertutup (closed house). Pada kandang tertutup terjadi pergerakan udara yang stabil dan tingkat kelembapan udara di dalam kandang bisa diatur sesuai dengan kebutuhan ayam.

Sumber air tercemar

Peningkatan curah hujan tentu akan menambah volume air tanah. Meski jumlahnya bertambah, hal ini justru sering memicu masalah baru yaitu penurunan kualitas air. Penurunan kualitas umumnya terjadi secara fisik, kimia, maupun biologi (jumlah mikroba patogen). Secara fisik air menjadi keruh, berbau, dan bercampur partikel organik atau material lumpur.

Air tanah yang bercampur partikel organik/lumpur akan memicu terbentuknya biofilm. Biofilm adalah lapisan tipis di permukaan tempat minum, torn/bak penampung air, dan pipa air yang menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya bibit penyakit.

BACA JUGA :  Ciri-ciri Ayam Bangkok Asli F1 Jawara

Dari segi kualitas kimia, problem yang muncul ialah kadar logam berat (umumnya zat besi) menjadi lebih tinggi, serta pH air cenderung asam. Air dengan kondisi seperti ini tidak baik diberikan pada ayam dan tidak baik untuk melarutkan obat maupun vaksin.

Suhu rendah

Suhu lingkungan di sekitar lokasi peternakan ayam komersial pada musim hujan berbeda dengan suhu pada musim kemarau. Saat musim hujan, suhu lingkungan relatif lebih rendah (udara dingin). Jika masa brooding dilakukan pada musim hujan, hampir sepanjang hari diperlukan pemanas dan biasanya masa brooding akan berlangsung lebih lama (> 14 hari). Keadaan ini sangat berbeda ketika musim kemarau. Saat kemarau, pada siang hari (DOC umur 3 hari) pemanas bisa dimatikan karena suhu lingkungan sudah memenuhi suhu yang dibutuhkan DOC.

Dengan demikian, pada musim hujan biaya untuk pemanas akan lebih tinggi dibanding biaya pemanas pada musim kemarau. Namun, penerapan sistem pemanasan sepanjang hari (pemanas menyala siang dan malam) akan lebih baik. Jika tidak dilakukan pemanasan ekstra pada siang hari, DOC tidak mendapatkan suhu yang ideal untuk pertumbuhannya dan akan kedinginan. Dampak lebih lanjut, pertumbuhan DOC tidak akan merata dan banyak yang kecil sehingga performanya menjadi jelek.

Terjadinya hujan juga akan menyebabkan turunnya suhu lingkungan baik itu suhu di luar kandang maupun di dalam kandang. Untuk ayam umur 1-14 hari (periode brooding) perubahan suhu malam akan sangat berpengaruh terhadap performa ayam di umur berikutnya.

Butuh penambahan pencahayaan

Selama musim hujan, sinar matahari relatif berkurang, bahkan pada saat-saat tertentu keadaannya bisa mendung atau gelap sepanjang hari. Jika keadaan ini terjadi, peternak harus menambah pencahayaan agar aktivitas makan dan minum, serta produksi telur ayam tidak terganggu.

Penambahan pencahayaan pada siang hari ketika musim hujan menyebabkan biaya yang dikeluarkan untuk listrik bertambah. Namun hal ini justru lebih baik untuk mencegah produktivitas ayam menurun akibat kurangnya intensitas pencahayaan.

Penyebaran penyakit musim hujan

Sejak permulaan musim hujan (musim pancaroba), penyakit yang menyerang ayam mulai tampak. Keadaan ini disebabkan cuaca yang selalu berubah antara panas dan hujan pada musim pancaroba. Ketika musim hujan tiba, kelembapan udara menjadi tinggi dan hujan akan turun terus-menerus. Keadaan seperti ini menjadi pemicu stres pada ayam dan memacu perkembangan bibit penyakit pada ayam.

Bibit penyakit di musim hujan sedikit berbeda dibandingkan musim kemarau. Penularan melalui udara yang sering muncul saat musim kemarau, memang agak berkurang di musim hujan. Tetapi penularan melalui air minum justru meningkat.

BACA JUGA :  Perawatan Bulu Ayam Aduan Supaya Tidak Mudah Patah

Namun hal ini tidak berarti penyakit pencernaan lebih dominan daripada penyakit pernapasan. Struktur anatomi ayam yang tidak mempunyai sekat pembatas hidung dengan rongga mulut menyebabkan ayam juga dapat terserang penyakit pernapasan melalui air minum misalnya korisa, CRD, AI, ILT, dll.

Peningkatan populasi serangga di musim hujan juga perlu diwaspadai. Saat musim hujan datang, hal lumrah jika di sekitar kandang banyak terlihat larva lalat merayap di tumpukan feses. Larva tersebut akan berganti kulit menjadi pupa dan dari pupa akan keluar lalat dewasa. Di musim hujan juga banyak terdapat jentik-jentik nyamuk di genangan air di sekitar kandang ataupun berkeliarannya kecoa di sela-sela kandang mulai maghrib hingga subuh.

Serangga inilah yang membawa bibit penyakit di dalam feses ke tempat pakan dan air minum. Berbagai bibit penyakit di dalam feses dapat disebarkan dengan cara tersebut. Terlebih saat musim hujan, telur cacing dan bakteri E. coli memiliki daya tahan lebih baik saat berada di luar tubuh ayam.

Persiapan Hadapi Musim Hujan

Musim hujan harus kita hadapi dengan penuh persiapan. Perubahan lingkungan yang terjadi saat musim hujan sudah cukup untuk membuat ayam stres. Untuk mencegah terjadinya wabah penyakit dan penurunan produktivitas, peternak perlu melakukan penyesuaian dan sedikit modifikasi terhadap manajemen pemeliharaan ketika musim hujan. Berikut di antaranya:

Modifikasi manajemen kandang

  • Lakukan pengerukan feses di kolong kandang tiap 3 hari sekali.
  • Sekam yang lembab dan basah harus segera diganti atau ditambah dengan sekam baru. Namun sebelum ditambah sekam baru, sekam yang basah tadi sebaiknya ditaburi kapur tohor terlebih dahulu untuk membunuh mikroba di dalamnya.
  • Jika sekam yang baru kita beli dalam kondisi lembap atau basah, sekam harus segera ditebar di ruangan yang terlindung (kandang kosong) agar terkena angin dan mengering. Setelah kering, sekam tersebut bisa disemprot dengan desinfektan (Formades) untuk meminimalkan pertumbuhan penyakit, baru kemudian digunakan.
  • Tambahkan jumlah pemanas atau naikkan suhu pemanas pada periode brooding sehingga suhu kandang sesuai dengan kebutuhan DOC. Ketika suhu kandang terlalu dingin, DOC akan terlihat bergerombol di bawah pemanas, diam, meringkuk, dan malas bergerak untuk makan maupun minum.
  • Tetap nyalakan lampu di siang hari jika kondisi kandang dan lingkungan mendung/gelap agar konsumsi pakan tetap terkontrol.
  • Berantas lalat, nyamuk, dan serangga lainnya dengan insektisida.

Pemberian Jamu Herbal Pada Ayam

BACA JUGA :  Kelebihan dan kekurangan Ayam Bangkok Putih

Perlu anda ketahui bahwa ramuan herbal alias jamu yang di konsumsi ayam bangkok dapat membawa manfaat. Selain untuk kesehatan, pemberian jamu lebih ramah lingkungan dan membuat kandang bebas dari bau yang tidak sedap.

Resep Jamu Ayam Untuk Segala Jenis Penyakit

Kunyit

Salah satu cara untuk memelihara kesehatan dan stamina ayam aduan adalah dengan memberi jamu herbal.

Selain pembuatannya mudah, kelebihan jamu herbal ayam aduan adalah tidak menimbulkan efek samping seperti obat-obatan kimia, ramah lingkungan, dan membuat kandang bebas dari bau tidak sedap.

Bahan herbal juga dianggap lebih manjur, menyehatkan, dan tentunya relatif murah. Pada umumnya peternak ayam aduan menggunakan kunyit sebagai salah satu bahan jamu herbal.

Berdasarkan hasil riset, dalam kunyit terkandung senyawa kurkumin anti radang, anti virus, anti mikroba dan anti kolesterol.

Institusi Badan Litbang Pertanian Kementan menyebutkan bahwa kunyit (Curcuma domestica) di samping sebagai bahan anti hama juga berkhasiat mengubah bau tidak sedap.

Oleh karena itu, tidak mengherankan bila kunyit kerap digunakan peternak untuk tetap memelihara kesehatan ayam aduannya.

Cara membuat jamu herbal untuk ayam

Pola pemberian jamu herbal ayam aduan alami bervariasi, tergantung kegunaan apakah untuk mengatasi penyakit, menjaga kesehatan, atau menambah stamina ayam aduan. Berikut langkah-langkah membuat jamu herbal untuk ayam aduan:

Ramuan pertama

Bahan baku:

  1. Kunyit ½ kg
  2. Jahe 1 kg
  3. Kopi bubuk ½ kg
  4. Gula merah 1 kg
  5. Daun-daun herbal

Cara Membuat:

  1. Blender atau parut kunyit dan jahe yang sudah dikupas dan dicuci
  2. Campur kopi bubuk ke dalam bahan kunyit dan jahe yang sudah dihaluskan
  3. Larutkan gula merah ke dalam rebusan air
  4. Setelah larut, masukkan kunyit, jahe, kopi, dan daun-daun herbal.
  5. Aduk semua bahan hingga mengental.
  6. Setelah adonan dingin, bentuk menjadi bulatan-bulatan kecil sesuai ukuran paruh ayam.
  7. Jemur dan keringkan agar jamu bisa bertahan lama

Ramuan kedua

Bahan baku:

  • Daun jeruk purut 5 lembar
  • Merica 1 sendok teh
  • Cabai jamu/puyang 5 buah
  • Lele 1 ekor
  • Madu secukupnya

Cara Membuat:

  1. Haluskan daun jeruk, merica, dan cabai jamu/puyang.
  2. Panggang lele lalu lumatkan.
  3. Campurkan bahan yang sudah dihaluskan dengan lele.
  4. Tambahkan madu ke dalam adonan dan aduk hingga mengental.
  5. Setelah adonan dingin, bentuk menjadi bulatan-bulatan kecil sesuai ukuran paruh ayam.
  6. Jemur dan keringkan jamu herbal ayam aduan agar bisa bertahan lama.

Beri jamu herbal ayam aduan secara teratur atau sehari sekali. Jamu herbal ayam terbukti sudah banyak diteliti oleh para ahli karena mengandung banyak sekali manfaat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *