Meski Zona Oranye Lebak Terapkan PPKM Level 4 , Ini Alasannya

  • Bagikan

HITAM PUTIH – Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Padahal, dalam status tingkat penyebaran Covid-19, Lebak berada dalam level 3.

Lebak saat ini juga satu-satunya daerah di Provinsi Banten yang termasuk zona oranye. Adapun 7 wilayah lain di Banten berada di zona merah, atau risiko tinggi penyebaran virus corona.

“Berdasarkan Instruksi Kemendagri No 22 Tahun 2021, Lebak memang statusnya level 3, tapi pada pelaksanaannya kita mengacu ke level 4,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Lebak Dodi Irawan kepada wartawan, Jumat (23/7/2021).

Dodi mengatakan, dalam Instruksi Kementerian Dalam Negeri tersebut, aturan pelaksanaan PPKM level 3 dan 4 sama, sehingga diterapkan PPKM level 4 di Lebak.

BACA JUGA :  Sekjen Lajur Indonesia Turut Menyayangkan Aksi Penolakan PPKM Darurat Di Sejumlah Daerah

Alasan lainnya, karena Lebak juga merupakan wilayah yang terkoneksi langsung dengan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) melalui KRL Commuter Line, sehingga perlu dilakukan penerapan PPKM yang lebih ketat.

Saat pelaksanaan PPKM Darurat sebelumnya, menurut Dodi, Lebak berhasil menekan angka penyebaran Covid-19 hingga status wilayahnya berubah dari zona merah ke oranye.

“Sekarang kita satu-satunya oranye, jangan sampai ketika dilonggarkan malah naik lagi jadi merah,” kata Dodi.

Menurut Dodi, aturan pembatasan aktivitas masyarakat saat ini sama dengan PPKM Darurat sebelumnya. Pihaknya juga sudah menerbitkan, Instruksi Bupati (Inbup) No 12 Tahun 2021 yang mengatur tentang PPKM level 4 di Lebak.

Beberapa aturan dalam Inbup tersebut di antaranya adalah jam operasional pertokoan yang boleh buka hingga pukul 20.00.

BACA JUGA :  PPKM Darurat, Polsek Maja Sekat Pengendara Masuk Ke Lebak Dan Bubarkan Kerumunan Massa

Kemudian tidak boleh makan di tempat restoran atau warung makan. Selain itu, kegiatan pasar pokok hanya boleh sampai pukul 15.00 WIB.

Kegiatan ibadah di tempat ibadah juga tetap ditiadakan. Inbup tersebut berlaku mulai 21 hingga 25 Juli 2021.

Hingga saat ini, total kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Lebak mencapai 7.186 kasus. Jumlah itu terdiri dari pasien sembuh sebanyak 5.652 orang.

Kemudian, pasien yang sedang isolasi 1.372 orang. Adapun pasien yang meninggal sebanyak 162 orang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *