iklan=

Mengikhlaskan Seseorang yang Bukan Milik Kita

  • Bagikan

HITAM PUTIH – Mengikhlaskan seseorang yang bukan milik kita. Melepaskan untuk mencapai kebahagiaan.
Bila lebih banyak kesakitan dan kesedihan yang dirasa daripada kebahagiaannya, tidak ada salahnya kalau melepaskan dia pergi.

Lepaskan dia terbang bebas mencari kehidupan dan kebahagiaan dia sendiri walaupun bukan bersama kita.

Biarkan mereka pergi bukan bermakna tak ada lagi cinta ataupun sayang.

Baca juga: Cinta Itu Buta Karena Faktor Apa ? Kamu Harus Tahu

Menyayangi tidak seharusnya memiliki. Kalau benar kita menyayangi seseorang, lepaskan dia pergi untuk cari kebahagiaan walaupun hanya kesakitan yang akan kita tanggung.

Mengikhlaskan Seseorang Karena Allah

Dulu, saat hati sedang berperang dengan perasaan, seringkali ada pertikaian.
Kenapa dilepaskan kalau memang kita sudah sayang sepenuh hati, sepenuh jiwa. Kenapa kita biarkan dia pergi ?

Tapi hari-hari telah berlalu membuat aku lebih mengerti kenapa semuanya terjadi.

Andai dia tidak merasa bahagia dengan kita, andai kita tak mampu untuk bahagiakan dia, kenapa kita terus siksa perasaan dia? Kenapa terus biarkan kebahagiaan dia terkubur mati?

Baca juga: Mengatasi Mantan Istri Pasangan Menghubungi Kembali

Tapi, tak semua orang kuat untuk terima semua itu. Tak semua orang mampu ikhlaskan hati.

Aku bilang, “Bila dia bahagia, aku akan merasakan kebahagiaan juga. Sebab kebahagiaan dia salah satu kebahagiaan aku.”

Kalau ikhlas, kenapa masih menangis? Kalau betul ingin biarkan dia mencari kebahagiaan dia sendiri, kenapa masih jejaki dia? Kenapa masih tak berhenti pikirkan dia?

Merelakan Orang yang Kita Sayang Bersama Orang Lain

Hanya karena satu sebab. Hanya karena kita masih belum ikhlas.

Ikhlas bukan bermakna tiada tangisan, tetapi penerimaan tanpa persoalan terhadap apa yang telah ditentukan oleh Allah. Apabila kita ikhlas atas sesuatu yang mengecewakan hati kita, maka percayalah Allah akan menggantikan kekecewaan itu dengan sesuatu yang tak disangka. Jadi, kenapa takut untuk melepaskan segalanya.

Kenapa takut untuk ikhlaskan perpisahan itu? Kenapa takut untuk ikhlas menerima segalanya yang terjadi. Ingat pada janji Allah. Janji Allah itu pasti.

Memang sulit untuk melepaskan seseorang untuk pergi. Apalagi sudah bersama untuk sekian lama, bertahun-tahun, Seseorang yang pernah berjanji tak akan pergi walaupun banyak permasalahan yang terjadi.

Seseorang yang selalu jadi teman untuk setiap perkara yang kita lakukan. Seseorang yang selalu dengar cerita bodoh kita saat semua orang tak pedulikan kita.

Memang sulit. Sulit untuk melupakan segalanya. Lebih sulit lagi bila kita mulai memikirkan kita akan sendiri. Sendiri dalam semua perkara yang selama ini kita lakukan bersama dia. Terluka. Mana mungkin untuk melupakan segalanya dalam satu hari.

Tapi sampai kapan? Sampai kapan kita mau terus hidup bersama kenangan yang sudah berlalu. Sampai kapan mau berharap dia akan kembali seperti dulu. Sampai kapan mau terus menoleh ke belakang? Mencari jejak yang telah hilang.

Baca juga: Mengatasi Mantan Istri Pasangan Menghubungi Kembali

“Allah beri apa yang kita perlu, bukan apa yang kita mau. Maka, ikhlaskan hati untuk menerima. Allah tak mengizinkan, bermakna Allah tak meridhoi. Sesungguhnya Allah tahu apa yang terbaik untuk kita.”

Jika terus hidup bersama kenangan, memang mustahil untuk kita lupakan dia. Move on. Ubah cara hidup kita. Kalau selama ini kita menjauh dari Allah, apa salahnya kita ambil peluang ini untuk dekatkan diri dengan Allah. Luapkan segalanya sebab Allah mendengar. Menangislah di setiap sujud kita.

Sampaikan segala isi hati kita yang tak mampu kita luapkan pada orang lain. Allah tak pernah tinggalkan kita. Hanya karena kita yang lupa dan terlena.“Ketika Allah rindu pada hambanya, ia akan mengirimkan sebuah hadiah istimewa melalui malaikat Jibril yang isinya adalah ujian.

Allah berfirman:”Pergilah pada hamba-Ku lalu timpakanlah berbagai ujian padanya karena Aku ingin mendengar rintihannya.” (HR Thabrani dari Abu Umamah).

Manusia akan pergi tinggalkan kita juga walaupun sejuta janji manis yang dia berikan. Walaupun segunung harapan yang dia berikan. Tapi Allah tak pernah begitu. Allah sentiasa ada untuk hambanya.

Siapapun yang kamu cintai kelak akan berpisah denganmu. Cintai Allah SWT, yang tidak pernah meninggalkanmu.

Sejauh mana pun langkah kaki kita tersesat. Ingatlah, Allah senantiasa ada dan tak pernah tinggalkan kita. Dia menunggu. Dia rindu. Ingatlah untuk semua yang terjadi, pasti ada hikmah tersendiri. Jangan risau, jangan takut untuk melepaskan karena Allah janjikan yang terbaik untuk hamba-Nya. Yakin dengan jodoh yang telah Allah tetapkan.

Jodoh ditentukan oleh Allah sewaktu kita berumur 4 bulan di dalam kandungan Ibu. (Malaikat akan tulis nama, rezeki, kerja, nikah dengan siapa, cerai atau tidak, anak berapa dan semuanya tentang diri kita).

Sampai masa dan ketika kita akan bertemu dengan jodoh. Hanya perlu yakin. Perlu kuatkan hati untuk terima kehilangan karena itu yang terbaik untuk kita dan juga dia.

Demi kehidupan masing-masing. Perasaan tak boleh dipaksa. Kita mungkin dipertemukan dengan orang yang salah pada awalnya. Itu untuk mengajarkan kita jadi lebih dewasa. Belajar daripada segala kekurangan. Perbaiki diri untuk jadi yang terbaik. Jodoh itu rahasia Allah.

Itu yang saya pegang, Allah temukan kita dengan orang yang salah pada awalnya, dan mempertemukan jodoh yang sesuai pada akhirnya. Kenapa? Karena Dia menyayangi kita. Janganlah sesekali kita menjauhi Dia.

Jadi, bagaimana? Sudah mau ikhlaskan hati untuk terima segalanya. Sudah mau ikhlas? Atau masih terpaksa? Dekatkan diri dengan Allah dan kita akan dapat jawaban.

Allah telah menetapkan kebahagiaan untuk setiap hamba-Nya.

Jika sesuatu itu milik kita. Sesulit apapun jalannya. Apapun rintangannya. Pasti akan jadi milik kita karena memang untuk kita.

Tapi, jika sesuatu itu bukan milik kita. Walaupun mudah jalannya. Walaupun bersusah payah kita ingin mendapatkannya. Tidak akan pernah jadi milik kita. Karena itu memang bukan untuk kita.

Serahkan hati ini pada Allah. InsyaAllah segalanya akan baik-baik saja. Hati kita milik Allah.

Bila merasa sedih, berbaliklah pada Allah. Bila merasa keliru, berbaliklah pada Allah. Bila bergembira, berbaliklah juga pada Allah.

Bahagia itu sederhana. Mulai lah tersenyum dan semangat untuk kehidupan baru.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *