judul gambar

Melarikan Diri, Kejari Serang Tetapkan Aji Kurnianto Eks Lurah Bandung Sebagai DPO

  • Bagikan
Ilustrasi
Ilustrasi

HITAM PUTIH – Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang menetapkan Aji Kurnianto sebagai buronan alias Daftar Pencarian Orang (DPO). Kebijakan itu diambil lantaran Aji Kurnianto selaku terdakwa kasus penipuan menghilang atau melarikan diri.

Aji Kurnianto merupakan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Serang yang berdinas di Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Dilansir dari bantenraya.com, Kasi Intel Kejari Serang Mali Diaan mengatakan, pihaknya telah berkoodinasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) agar menetapkan Aji sebagai DPO, karena tidak pernah menghadiri sidang pidana umum selama dua bulan.

“Sudah kirim surat ke Kejagung kemarin, intinya menyampaikan informasi kalau yang bersangkutan sedang dilakukan pencarian, ” katanya, Sabtu (26/6/2021).

Tim dari kejaksaan mendatangi Rumah Aji kurnianto,namun yang bersangkutan tidak ada,Jum’at (25/6).

BACA JUGA :  Monitoring Pembangunan Jalan, Bupati Irna: Dijaga Dengan Baik, Dirawat, Jangan Dilalui Kendaraan Melebihi Tonase!

Mali menjelaskan identitas Aji sekaligus informasi perkaranya telah disampaikan melalui surat kepada Kejagung. Foto Aji terdakwa nantinya disebar di seluruh kejaksaan di Indonesia.

“Kita lakukan karena tidak kooperatif dengan kami, sudah dilakukan pemanggilan tapi tidak mau datang (ke persidangan maupun ke kejaksaan),” jelasnya.

Bahkan, Mali mengungkapkan, tim intelejen Kejari Serang telah mendatangi kediamannya di Lingkungan Cipocok Mencil, RT 02, RW 01, Kelurahan Cipocokjaya, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang. Namun, pihaknya hanya bertemu dengan anggota keluarganya.

“Dia janjinya Rabu kemarin mau datang ke kantor, tapi kita tunggu sampai sore, dia tidak juga datang,” ungkapnya.

Mali menjelaskan, sebelumnya Aji hanya dilakukan penahanan kota. Namun setelah beberapa kali proses persidangan, Aji selalu mangkir. Hingga akhirnya, upaya paksa untuk dilakukan penahanan dilakukan.

BACA JUGA :  Cara Ampuh Membasmi Jentik Nyamuk di Saluran Air

“Penetapan Pengadilan Negeri (PN) soal penahanannya sudah ada. Tidak dilakukan penahanan badan sebelumnya, ” jelasnya.

Kasi Pidum Kejari Serang Yogi Wahyu Buana mengatakan, perkara tersebut sudah dilakukan pembacaan surat dakwaan pada Kamis (25/6/2021). Setelah pembacaan surat dakwaan persidangan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi.

“Namun terdakwa ini tidak hadir setelah dua kali pemanggilan. Majelis hakim kemudian mengeluarkan penetapan untuk melakukan penahanan,” katanya.

Diketahui, perkara tersebut bermula pada Maret hingga April 2020 lalu di kediamannya dan kantor Kelurahan Bendung, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Ketika itu, Aji menawarkan kerja sama pembebasan lahan di daerah Bendung kepada korban Ahmad Syarif Madzurullah dan Muslim. Aji yang saat itu masih menjabat sebagai Lurah Bendung menjanjikan keuntungan Rp1.000 per meternya kepada kedua korban dengan luas lahan 10 hektare.

BACA JUGA :  Soal SDN 1 Warunggunung Kekurangan Buku, PKN Pertanyakan Anggaran Dana BOS 

Untuk meyakinkan kedua korban, Aji menunjukkan surat-surat tanah. Tergiur dengan penawaran tersebut, kedua korban lantas memberikan sejumlah uang. Ahmad Syarif memberikan Rp31 juta, sedangkan korban lainnya Rp15 juta.

Kedua korban mengetahui telah ditipu Aji setelah mendapat informasi tidak ada pembebasan lahan di daerah Bendung. Keduanya pun meminta uangnya dikembalikan, namun Aji tidak menyanggupinya.

Hingga akhirnya kedua korban membuat laporan ke polisi. Aji pun ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan, dan pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *