Koordinator MAPPAK Banten Turut Soroti Kebijakan Pemerintah yang Terkesan Tebang Pilih Dalam Penegakan Perda

  • Bagikan
Koordinator MAPPAK Banten Turut Soroti Kebijakan Pemerintah yang Terkesan Tebang Pilih Dalam Penegakan Perda
Koordinator MAPPAK Banten Turut Soroti Kebijakan Pemerintah yang Terkesan Tebang Pilih Dalam Penegakan Perda

HITAM PUTIH – Koordinator MAPPAK Banten Ely Jaro turut menyoroti Intruksi Gubernur Banten Nomor:556/901-Dispar/2021 “Tentang Penutupan Sementara Destinasi Wisata di Banten”

Diketahui bahwa Pemerintah Provinsi Banten memberikan instruksi kepada Bupati dan Walikota untuk menutup Tempat wisata di seluruh wilayah Provinsi Banten, mulai tanggal 15 Hingga 30 Mei 2021 sesuai peraturan Gubernur Banten Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Standar Operasional Prosedur Penegakan Corona Virus Disease (Covid-19).

Sementara Berbanding terbalik dengan Adanya Beberapa Tempat Hiburan Malam (THM) di kota Serang yang sudah beraktivitas kembali, Salah satunya berlokasi di sepanjang kawasan Selamat Datang kota serang, Tol lama Serang Timur dan Kawasan royal.

Hasil monitoring MAPPAK Banten pada Sabtu Malam (16/05/2021) ditemukan Beberapa Tempat Hiburan Malam di kota Serang yang tetap buka ditengah gencarnya pemerintah dalam menangani penekanan penyebaran Corona Virus Desease di Provinsi Banten.

BACA JUGA :  Contoh Teks Pidato Perpisahan Singkat Padat dan Jelas

Hal tersebut membuat kordinator MAPPAK Banten Turut menyayangkan Sikap kebijakan pemerintah yang terkesan tebang Pilih terhadap pelaku usaha.

“Kami sangat menyayangkan kebijakan Gubernur Banten yang terkesan tebang pilih dalam membuat sikap,” ujar Eli kepada Awak media.

Padahal jelas Ramainya destinasi wisata di Banten Khususnya Kota Serang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar lokasi wisata, Sedangkan Tempat Hiburan Malam (THM) yang syarat akan Berkerumun dan dirasa sangat sulit untuk mematuhi Protokol kesehatan Malah Buka.

“Kalo kita jalan-jalan ke taman sudah pasti masih bisa menggunakan Masker, mencuci tangan dengan sabun Dan Menjaga jarak. Sedangkan apakah mungkin di Cafe Orang minum pake Masker, Joget-joget jaga jarak dan duduk bersama wanita malam jaga jarak Lalu Habis Joget dia cuci tangan, Kan gak Bakalan,” ujar Ely.

BACA JUGA :  Riky Suhendra: Saya Memohon Kepada Gubernur Banten Agar Mengkaji Ulang Instruksi Nomor: 556/901-Dispar/2021

“Seharusnya petugas Prokes dan pemegang kebijakan jangan tebang pilih untuk penegakan Perda karena bisa menimbulkan kecemburuan bagi warga khususnya Kota Serang dalam mengambil keputusan atau Instruksi yang dikeluarkan harus adil dan tidak tebang pilih guna memutus rantai Penyebaran Corona Virus Disease-19,” tambahnya menegaskan.

Jelas dia lagi, sebagaimana Peraturan Gubernur Nomor 45 Tahun 2020 tentang perubahan atas Peraturan Gubernur Banten Nomor 38 Tahun 2021 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease-19.

Senada dengan Ely, Salah seorang warga kota serang bernama Ujang mengatakan Saat dirinya bersama keluarga ingin berwisata ke salah satu kolam renang tapi tutup, ketika ingin berziarah juga sangat dibatasi.

“Saya berwisata ke kolam renang di larang/tutup tidak bisa untuk liburan setahun sekali sama keluarga, Jiarah di Banten yang biasanya bisa duduk, istirahat dan santai melihat keindahan di taman mesjid Banten sekarang dilarang langsung ada himbauan disuruh pulang,” terangnya.

BACA JUGA :  Implementasi Program Pendekar Banten, Polsek Cipocok Jaya Himbau Prokes dan Kamtibmas

Tapi, keluh dia, kenapa yang namanya Tempat Hiburan Malam bisa beroperasi dengan bebas tanpa ada pantauan dari Satgas Covid-19 kota Serang.

“Bagi kami sebagai warga kota serang, Instruksi yang dikeluarkan oleh Gubernur dan diteruskan oleh pemerintah Kabupaten dan kota harusnya adil,” harapnya.

“Kenapa warga sendiri liburan, mudik dan Ziarah sangat di Batasi, sementara Tempat Hiburan Malam pada buka bebas,” imbuhnya penuh tanya.

Hingga berita ini diterbitkan, Tim media masih terus meminta penjelasan dari seluruh pihak terkait, terutama keterangan resmi dari Ketua Gugus tugas Covid-19 Kota Serang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *