banner 728x250

Kerjasama Impor Sampah Pemkot Serang dan Tangsel Kembali Dikritik

  • Bagikan
Kerjasama Impor Sampah Pemkot Serang dan Tangsel Kembali Dikritik
Gambar Ilustrasi Sampah

HITAM PUTIH – Pemkot Serang dan Pemkot Tangsel sudah menyepakati kerjasama pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kota Serang. Kebijakan itu, kembali mendapatkan kritik dari aktivis lingkungan.

Direktur Eksekutif Saung Hijau Indonesia (SAHID), Wilda Fajar Gusti Ayu mengatakan, kerjasama impor sampah yang telah disepakati, dinilai telah melanggar UU nomor 18 tahun 2008. Sebab, TPAS Cilowong saat ini masih menggunakan metode pengelolaan sampah Controlled Landfill.

“Kerja sama ini masih belum tepat dilakukan mengingat masih kurangnya sistem pengelolaan sampah yang ada di TPAS Cilowong. UU nomor 18 tahun 2008 menjelaskan bahwa pengelolaan sampah di TPAS harus menerapkan sistem pengelolaan zero waste serta mengedepankan kesehatan masyarakat,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Kamis (29/4/2021).

Berdasarkan data DLH Kota Serang, timbulan sampah yang tertampung di TPAS Cilowong berasal dari sampah Kabupaten Serang dan Kota Serang, dengan total sampah yang masuk sebesar 778 ton per hari.

“Dengan ditambahnya sampah dari Kota Tangsel sebanyak 400 ton per hari, artinya akan ada sekitar 1.188 ton sampah per hari yang masuk ke TPAS Cilowong, atau 35.640 ton per bulan,” katanya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *