judul gambar

Kejati Periksa Kadinkes Banten Usai Menahan 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Masker Rp 1,8 Miliar

  • Bagikan
Kejati Periksa Kadinkes Banten Usai Menahan 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Masker Rp 1,8 Miliar
Kejati Periksa Kadinkes Banten Usai Menahan 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Masker Rp 1,8 Miliar

HITAM PUTIH – Kejaksaan Tinggi Banten resmi menahan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan masker di Dinas Kesehatan Banten, yang merugikan negara senilai Rp 1,8 miliar. Usai menahan tiga tersangka, Kepala Dinas Kesehatan Ati Pramudji Hastuti pun diperiksa.

Informasinya, Ati diperiksa kemarin. Ia meninggalkan gedung Kejati Banten sekitar pukul 18.30 WIB. namun, Ati tidak memberikan komentar sedikitpun terkait pemeriksaan dirinya dalam kasus masker tersebut. Dia lebih memilih bungkam dan meninggalkan awak media dengan langsung menaiki mobil.

Kepala Kejati Banten, Asep Nana Mulyana membenarkan bahwa Ati telah menjalani pemeriksaan oleh Penyidik Kejati Banten. “Diminta keterangan, diperiksa oleh penyidik nanti akan segera disimpulkan. Kemudian kami akan dalami lagi untuk pengembangan sekaligus nanti untuk melengkapi alat-alat bukti dalam rangka penuntutan perkara ini,” ujarnya dikutip dari bantenraya.com, Jumat (28/5/2021).

BACA JUGA :  Kejati Banten Selidiki Pengadaan Masker di Pemprov Banten

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten menetapkan tiga orang tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan 15.000 masker medis. Proyek pengadaan masker di Dinas Kesehatan Provinsi Banten tahun anggaran 2020 itu senilai Rp 3,3 miliar. Ketiga tersangka yakni AS dan WF dari pihak swasta atau penyedia masker.

Kemudian tersangka LS yang merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) di Dinas Kesehatan Provinsi Banten. “Penyidik telah melakukan upaya paksa berupa penahanan terhadap tiga orang tersangka, masing-masing tersangka AS, WF (pihak swasta) dan LS (PPK) dalam pengadaan masker KN95,” ujar Kepala Kejati Banten Asep Nana Mulyana kepada wartawan di kantornya, Kamis (27/5/2021).

Alasan penahanan tiga tersangka, yakni para tersangka dikhawatirkan menghilangkan barang bukti, melarikan diri dan mengulangi perbuatannya. “Ketiganya ditahan di Rutan Pandeglang,” kata Asep.

BACA JUGA :  Pertama di Indonesia, Pemprov dan Kejati Banten Jalin Kerjasama dalam Pencegahan Tindak Pidana Korupsi 

Menurut Asep, penetapan ketiga tersangka itu setelah penyidik melakukan pemeriksaan secara mendalam dan komprehensif terhadap saksi dan alat bukti. “Penyidik menyimpulkan bahwa dalam kegiatan pengadaan masker medis terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp 1,680 miliar dari nilai proyek atau kegiatan Rp 3,3 miliar,” tegasnya.

Adapun anggaran pengadaan masker untuk tenaga kesehatan di Banten senilai Rp 3,3 miliar itu bersumber dari dana belanja tak terduga penanganan Covid-19 tahun 2020.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *