Minggu, Februari 28, 2021
Beranda Seni dan Budaya Bali Kain Poleng dari Bali Makna Fungsi dan Filosofi

Kain Poleng dari Bali Makna Fungsi dan Filosofi

HITAMPUTIH.CO.ID – MAKNA SIMBOL-SIMBOL DALAM AGAMA HINDU Kain poleng memiliki motif kotak-kotak hitam dan putih berselang seling yang mengandung makna, Warga bali tidak asing lagi dengan kain polem hitam putih.

Jika tertarik dengan budaya bali wajib tahu dengan jenis kain ini karena kain ini sangat populer sekali. Kain polem sangat bermanfaat bagi masyarakat bali dan sangat mencerminkan budaya bali.

Kain poleng adalah kain khas bali kotak-kotak hitam putih yang di gunakan untuk upacara agama budha dan menjadi budaya iconic bali.

Selain menjadi kain sakral dalam acara agama budha kain ini juga bisa di gunakan untuk taplak meja, atau penutup sesuatu.

Poleng juga banyak di gunakan sebagai hal hal yang berhubungan sekuler dan profan. Pegunaan kain poleng sangat marak di bali misalnya digunakan untuk penutup tedung (paying), Umbul-umbul, menghias tugu, patung, kulkul (kentongan) dan masih banyak lagi.

Bukan hanya digunakan di dalam pure kain poleng juga dililitkan di pohon pohon.

Taplak meja, horden mengunakan kain poleng bahkan kain kain di hotel menggunakan kain poleng. Kain ini sangat terkenal di bali dan sekitarnya.

Motif Kotak-kotak hitam putih ini sangat unik yaa, bahkan kain poleng hanya ada 1 motif jenis ini saja. Ada juga yang campuran namun kotak hitam putih ini lah yang terkenal. Dan kotak-kotak hitam putih ini dengan ukuran sama di setiap kain poleng. Ukuran kotak-kotaknya adakah 1 x 1 cm, 3 x 3 cm, atau 5 x 5 cm.

Filosofi Kain Poleng

Kain kotak hitam putih ini memiliki filosofi tingkat pemikiran manusia yaitu dari tingkat sederhana menuju perkembangan yang lebih sempurna. Masyarakat bali peraya akan filosofi yang baik itu. Kain poleng masayarakat hindu di bali menggunakan kain polem pertama kali adalah kain poleng rwabhineda, setelahnya muncul kain poleng lain yaitu sudhamala, dan tridatu.

Jenis Kain Poleng

Ada 3 jenis warna namun hanya 2 saja yang terkenal dan sering di gunakan. Ketiga warna tersebut di ambil dari aharan triguna yaitu watwan, rajah, dan tamah. Kita akan membahas mengenai ketiga warna tersebut. Simak penjelasan berikut ini

1. Rwabhineda

Rwabhineda adalah kain poleng yang berwarna putih putih. Putih juga bisa di artikan sebagai kesadaran dan kebijaksanaan (satwan). Warna yang bertolak belakang menggambarkan baik dan buruk dan sifat berlawanan. Sifat-sifat berlawanan antara lain gelap terang, tinggi rendah, serta benar salah.

2. Sudhamala

Kain sudhamala adalah kain poleng yang berwarna hitam, abu-abu, dan putih. Abu-abu memiliki arti mewakili sifat pertengahan, perantara, penyeimbang dari sifat hitam dan putuh.

3. Tridatu

Kain poleng ini memiliki warna hitam, putih dan merah. Kain ini berkaitan dengan triguna yang memengaruhi manusia. Putih melambangkan sifat bijaksana, merah melambangkan sifat dinamis dan bersinergi sedangkan hitam melambangkan sifat berat dan terhambat.

Sejarah Kain Poleng

Kain poleng dalam masyaarakat bali merupakan filosofi konsep bhineda yaitu keseimbangan baik dan buruk. Polem hanya memiliki dua warna hitam dan putih. Masayarakat dapat menempatkan dirinya di tempat baik atau buruk dan dapat memilih menjadi orang yang baik dan buruk.

Kesembangan dalam kehidupan kebaikan dan keburukan dalam kehidupan masyarakat bali sangat terkonsep dan menjadi acuan hidup.

Kain poleng yang di ikatkan di pohon-pohon yang di anggap angker atau tanget untuk memberikan tanda bahwa pohon tersebut ada roh nenek moyang penunggu.

Fungsi Kain Poleng

Kain poleng sangat banyak fungsinya. Berikut ini adalah fungsi kain poleng antara lain:

  1. Tedung (Payung)
  2. Umbul-umbul
  3. Palinggih (tugu Pemujaan)
  4. Patung
  5. Kulkul (kentongan)
  6. Lilit pohon
  7. Menandakan tempat sakral
  8. Taplak meja
  9. Hiasan (di hotal atau tempat wisata)
  10. Sebagai filosofi baik buruk
  11. Penanda petugas keamanan (sebagai tudung kepala)
  12. Kain khas bali sebagai budaya bali

Kain poleng untuk acara ruwatan, Kain poleng adalah sebuah kain khas Bali yang memiliki corak kotak-kotak berwarna hitam dan putih. Kain poleng ini tidak asing ketika berada di Pulau Bali. Umat Hindu kerap menggunakan kain poleng untuk acara keagamaan. Tak hanya sekadar sebuah kain, bagi umat Hindu kain poleng merupakan kain yang sakral.

BERITA TERKAIT UNGGULAN