Heboh! Belasan Bangunan Makam Tanpa Jenazah di TPU Malegor Resahkan Warga

  • Bagikan
Heboh! Belasan Bangunan Makam Tanpa Jenazah di TPU Malegor Resahkan Warga
Heboh! Belasan Bangunan Makam Tanpa Jenazah di TPU Malegor Resahkan Warga

HITAM PUTIH – Warga Kampung Malegor Desa Sukamarga Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak mengaku resah adanya seseorang diduga telah membangun sedikitnya 12 bangunan mirip makam tanpa jenazah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Malegor Desa setempat.

Berawal dari keresahan dan laporan warga, dengan adanya seseorang yang membangun 12 bangunan mirip makam di TPU kampung Malegor, Desa Sukamarga, Kecamatan Sajira, maka Yusup, Kepala Desa (Kades) Desa Malegor segera melakukan musyawarah pada Jum’at (21/5/2021), di Kantor Desa setempat, bertujuan agar permasalahan tersebut tidak meluas dan bisa segera diselesaikan.

Pada musyawarah tersebut, Ustadz Nasrudin, Tokoh Agama kampung Malegor menceritakan bahwa setahun yang lalu, saat dirinya melakukan ziarah kubur, ia mengaku merasa aneh dengan keadaan TPU karena tidak seperti biasanya, makam terlihat bersih seperti ada yang merawat.

BACA JUGA :  Pemkab Pandeglang Hibahkan Microbus Untuk BUMDes Dua Kecamatan, Begini Pesan Wabup Tanto

“Dalam hati saya berharap orang yang membersihkan makam adalah orang yang tahu sejarah, agar tifak di salah gunakan,” katanya.

Nasrudin mengatakan, dengan adanya musyawarah ini, dirinya ingin pada hari ini juga permasalahan bisa selesai.

“Semoga yang membangun makam pada hari ini bisa menjelaskan apa tujuan dan silsilahnya,” harapnya.

Ketua MUI Kecamatan Sajira KH Badriudin mengungkapkan, ia awalnya didatangi tokoh agama Kampung Malegor dan menerima aduan terkait kejadian tersebut, lalu ia segera menemui kepala desa agar permasalahan ini bisa selesai.

“Apapun dalihnya, membangun makam secara permanen menurut aturan agama diharamkan, karena setelah jenazah terurai kembali menjadi tanah maka diperbolehkan dijadikan makam lagi oleh orang lain pada generasi berikutnya, apalagi ini membangun makam yang tidak ada jenazahnya,” terangnya.

BACA JUGA :  Polda Banten Ungkap Pelaku Home Industri Tembakau Gorila

Diketahui, Anang salah seorang yang membangun mirip makam di TPU tersebut, pada awalnya menolak bangunannya di bongkar warga, karena menurutnya makam yang di bangun di tembok secara permanen bukan hanya di Malegor saja, dan pembangunan itu menurut dia adalah hasil Tirakat dan diskusi dengan menggunakan Indra ke enam.

Namun, setelah diberikan pemaparan dan penjelasan dari tokoh agama setempat, akhirnya Anang pun menerima keputusan hasil musyawarah, dan bangunan yang menurutnya adalah petilasan, harus di bongkar.

Masih dalam acara musyawarah, Otong, salah seorang Tokoh Masyarakat setempat menegaskan, kuburan itu harus di bongkar karena imbasnya akan merusak pada kehidupan dan akidah masyarakat setempat.

BACA JUGA :  Sopir Taksi Online Duel Lawan 4 Begal, Bela Diri Pakai Tangan Kosong, Selamat Setelah Kena 10 Tembakan

Senada disampaikan Suherman RT di Kampung Malegor, ia mengaku heran dan tidak mengerti dan sangat menyayangkan adanya bangunan makam yang dibangun oleh Anang tersebut di TPU Malegor.

“Kami rasa, jika nanti ada warga malegor yang meninggal dan akan dimakamkan, bisa bisa tidak kebagian tempat jika sudah penuh oleh bangunan permanen, yang tidak jelas asal usulnya,” keluhnya.

Sementara itu Kapolsek Polsek Sajira, AKP Waluyo mengatakan, pihaknya memberikan arahan kepada warga Desa Sukamarga agar permasalahan ini diselesaikan dengan kepala dingin, jangan sampai ada perbuatan anarkis yang dapat merugikan diri sendiri.

“Kami dari pihak keamanan silatnya hanya mendampingi, keputusan mutlak ada di tangan warga malegor,” katanya. (Die)

 

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *