judul gambar

Dinas Pertanian Lebak Klaim Belum Tahu Kepemilikan Sawah di Kampung Sentral

  • Bagikan
Terendam Banjir Sawah di Kampung Sentral Tak Produktif, Pemkab Lebak Diminta Berikan Solusi
Terendam Banjir Sawah di Kampung Sentral Tak Produktif, Pemkab Lebak Diminta Berikan Solusi

HITAM PUTIH – Dinas Pertanian Kabupaten Lebak mengklaim belum mengetahui kepemilikan lahan dan belum mengtahui terkait status penggarapan sawah di Kampung Sentral, Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kabupaten Lebak, yang kini dikeluhkan petani.

Meski begitu, pihaknya mengaku dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi dengan pihak PUPR Lebak di Bidang SDA. Selain itu, pihaknya juga mengaku pernah melaksanakan pengerukan untuk sedimentasi pada embung yang ada di wilayah saluran irigasi dengan cara swadaya.

“Dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dengan PUPR bidang SDA, karna saluran irigasi dimaksud kewenangannya ada di SDA. Betul yang dikatakan Kabid SDA itu telah terjadi penyempitan saluran, dan kamipun pernah melaksanakan pengerukan untuk sedimentasi pada embung yang ada di wilayah saluran irigasi tsb dgn cara swadaya,” kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Lebak Nana Mulyana pada awak media, Selasa (29/6/2021).

BACA JUGA :  Gubernur Banten Serahkan Bantuan 120 Hand Traktor Pada Poktan Tersebar Di 4 Kabupaten dan 1 Kota

Menurut Nana, setahu ia wilayah tersebut ada lahan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak yang di kelola oleh BBI, namun ia mengklaim belum nengetahui kepemilikan lahan tersebut.

“Setau saya disitu ada lahan milik Pemda yg dikelola olah BBI, tapi saya kurang tau percis terkait kepemilikan lahannya,” ujarnya.

Ketika ditanya langkah dan upaya apa yang dilakukan Dinas Pertanian Lebak terkait lahan sawah yang diduga bertahun- tahun terendam air, Nana mengaku selalu berkoordinasi dengan dinas terkait.

“Kami selalu berkoordinasi dengan dinas terkait,” katanya singkat.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah petani di kampung Sentral kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, kabupaten Lebak, Banten, mengeluh lahan sawah yang dulunya produktif kini tidak bisa di tanam padi lagi karena terendam air.

BACA JUGA :  Mantap, 3 Sat Brimob Polda Banten Ikut Bertanding dalam PON XX di Papua

Hasil pantauan awak media dilapangan, lahan seluas kurang lebih 4 hektar itu terbengkalai akibat terendam banjir dan air tidak pernah surut. Bahkan, di sebagian tempat, lahan sawah itu ada yang sudah ditumbuhi tanaman liar sejenis eceng gondok.

“Kejadian ini sudah sekitar kurang lebih tiga tahun. Dulu pesawahan di sini produktif namun kini sudah tidak bisa di tanami padi karena sering kebanjiran dan air tak pernah surut,” kata Didi salah seorang petani di Kampung setempat, Selasa (29/6/2021).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *