judul gambar

Cara Mengobati Indra Penciuman yang Hilang Atasi Anosmia Gejala Corona

  • Bagikan
Cara Mengobati Indra Penciuman yang Hilang

HITAM PUTIH – Indra penciuman dan perasa yang tiba-tiba hilang sering dikaitkan dengan gejala Covid-19. Memang beberapa orang yang positif terpapar virus tersebut mengaku ridak bisa mencium aneka bau dan merasakan berbagai rasa makanan.
Sebenarnya selain gejala Covid-19, ada beberapa hal yang mempengaruhi indra penciuman dan perasa misalnya, alergi, masalah pernapasan hingga efek dari kemoterapi.

Sebenarnya gejala ini bisa sembuh dengan sendirinya namun proses kesembuhan cukup berbeda pada setiap orang. Ada yang bisa sembuh dalam beberapa hari namun ada juga yang mencapai hitungan bulan.

Nah, ternyata untuk menyembuhkannya tidak harus mengandalkan obat kimia karena kamu bisa mencoba berbagai pengobatan herbal.

Dilansir dari Hitamputih.co.id, berikut daftar makanan alami yang bisa kamu jadikan obat untuk mengembalikan fungsi indra penciuman dan perasa.

Cara Mengatasi Anosmia atau Tidak Bisa Mencium Bau

Berikut ini Hitamputih.co.id bagikan sejumlah cara mengembalikan indera penciuman yang hilang secara alami dengan mudah sehingga anosmia bisa disembuhkan.

BACA JUGA :  Vitamin untuk Menjaga Imun Tubuh saat Covid-19 Rekomendasi Dokter

1. Semprotkan nasal spray

Cara mengembalikan indera penciuman yang hilang bisa diatasi dengan menyemprotkan nasal spray.

Nasal spray bermanfaat untuk mempersempit pembuluh darah di saluran hidung, sehingga dapat melegakan pernapasan.

Hal ini berkat kandungan oxymetazoline dan hypercellulose pada nasal spray yang bekerja secara aktif.

Cara menggunakan nasal spray untuk mengembalikan indera penciuman yakni sebagai berikut:

  • Arahkan nasal spray ke dalam lubang hidung
  • Semprotkan 1-2 kali pada setiap lubang hidung
  • Diamkan 2 menit lalu bernapas seperti biasa

2. Bubuk cabai merah atau cabai rawit

Bumbu pedas seperti cabai rawit atau bubuk cabai dapat membantu mengembalikan indra penciuman Anda. Meskipun ini bukan pengobatan yang didukung sains, manfaatnya terletak pada kandungan kuat yang ada dalam rempah-capsaicin, yang dikatakan efektif “membersihkan” hidung yang tersumbat, mengaktifkan indera, dan meningkatkan fungsi indra penciuman.

BACA JUGA :  Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Melonjak, Dewan Minta Pemerintah Efektifkan Satgas RT RW

Ini juga sangat membantu dalam menghilangkan flu. Pastikan Anda mencampurnya dengan secangkir air atau tambahkan zat pemanis seperti madu sebelum digunakan.

Mengobati Corona dengan bawang putih

Viral Bawang Putih Sembuhkan Virus Corona
Bawang Putih

Bawang putih telah muncul sebagai obat anti-virus dan peningkat kekebalan selama pandemi. Bawang putih juga mengandung khasiat yang meredakan pembengkakan dan peradangan di sekitar saluran hidung, memudahkan pernapasan dan pada akhirnya membantu memulihkan indera penciuman dan rasa lebih cepat.

Meskipun bawang putih tidak dapat dihirup, Anda dapat menyesap ramuan panas dari siung bawang putih yang dihancurkan dan air. Jus lemon, yang juga merupakan obat flu, juga dapat ditambahkan ke minuman untuk mendapatkan manfaat tambahan.

Menghirup aroma jeruk yang dibakar

Meski bukan pengobatan ilmiah, mengendus atau menghirup jeruk yang hangus dibakar dapat membantu mengembalikan indera penciuman yang hilang.

BACA JUGA :  Manfaat Mandi Air Hangat Buat Kesehatan Tubuh

Memakan daging jeruk yang sudah dibakar juga diyakini dapat membantu mengembalikan indra penciuman yang hilang. Namun, pengobatan ini belum ada persetujuan dari dokter.

Minum Susu Bantu Tingkatkan Imunitas Tubuh di Kala Pandemi COVID-19

Meminum susu sapi tak hanya susu beruang, sehat meningkatkan imun tubuh mencegah corona karena mengandung protein. Dengan mengonsumsi susu dapat membantu meningkatkan kadar protein yang berguna meningkatkan kekebalan tubuh, serta mengganti sel-sel tubuh yang rusak akibat infeksi.

protein berperan dalam membentuk sel darah putih, antibodi, dan berbagai molekul imun serta membantu menjaga sistem kekebalan tubuh tetap berfungsi baik.

Selain susu sapi, protein terkandung di dalam tahu, tempe, dan kacang-kacangan yang biasa disebut sebagai protein nabati.

Protein hewai terdapat di ikan, daging, telur, dan susu sapi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *