Bupati Tangerang Tutup Wisata Ziarah Keramat Solear dan Pulangkan Pengunjung Hingga Bakal Panggil Pihak Pengelola

  • Bagikan
Bupati Tangerang Tutup Wisata Ziarah Keramat Solear dan Pulangkan Pengunjung Hingga Bakal Panggil Pihak Pengelola
Bupati Tangerang Tutup Wisata Ziarah Keramat Solear dan Pulangkan Pengunjung Hingga Bakal Panggil Pihak Pengelola

HITAM PUTIH – Berdasarkan Pergub No 13 Tahun 2021 tentang standar penanggulangan Covid-19 objek Wisata Ziarah Keramat Solear ditutup sementara oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang Provinsi Banten, Minggu (16/5/2021).

Bupati Tangerang Ahmad Zaki Iskandar didampingi Kapolres Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, TNI Polri, Kasi Kamtibmas Satpol PP, Satgas Covid-19, Forkopimcam Kecamatan Solear menertibkan pulang kembali para pengunjug di Keramat Solear Kampung Solear Desa Solear Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang, Banten.

Bupati Tangerang Ahmad Zaki Iskandar dalam konferensi pers nya menyampaikan, hari ini adalah kegiatan melaksanakan penutupan tempat wisata alam maupun wisata buatan dari surat Intruksi Gubernur Banten untuk penutupan seluruh tempat wisata di Provinsi Banten mulai dari tanggal 15 sampai tanggal 30 Mei yang diterbitkan kemarin malam.

BACA JUGA :  Respon Cepat Polsek Cipocok Jaya Bersama Koramil 0227 dan Masyarakat, Kini Anak Yang Terpisah Sudah Bertemu Keluarganya 

“Hari ini kita berada di salah satu tempat wisata ziarah, yang berada di Keramat Solear ini kita bubarkan nanti kita panggil pihak pengelola, dan yang menyewakan lahan baik itu parkir dan karang taruna untuk di pintai pertanggung jawabannya,” ujarnya.

Zaki menegaskan, siapapun yang mengutip terlibat dana seluruh para pedagang yang ada di sini harus bertanggung jawab.

“Kami dan pihak Kapolres akan memanggil siapapun yang mengutip dana dari pedagang, baik itu organisasi dari desa, tokoh pemuda maupun milik tanah yang ada di keramat ini. Jadi mereka yang harus bertanggung jawab sama pedagang yang ada di wilyah ini,” tandasnya

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Solear Madromi mengatakan, dengan adanya hasil musyawarah bersama, baik itu yang mempunyai lahan disewakan pada para pedagang kaki lima yang berada di Keramat Solear sepakat ditutup, sebab memang perjanjian para pedagang dan pemilik lahan berakhir pada hari ini (Minggu (16/5)-red).

BACA JUGA :  Diduga Dikerjakan Asal Asalan, Pemasangan U-Dith Ruas Jalan Pandeglang-Rangkasbitung Disorot

“Untuk para pemilik lahan sepakat tidak ada lagi aktivitas yang berjualan di tempat wisata keramat solear, bahkan sudah banyak yang berkemas untuk merapihkan jualannya masing masing,” terang Madromi yang akrab dipanggil Oming ini.

Dijelaskan Oming, seluruh Prades Solear tidak ada sedikitpun mengambil kontrubusi dari tempat wisata makam Solear, menurutnya ini mutlak masyarakat Solear yang mengelola.

“Terkait adanya tiket parkir itu untuk uang kebersihan, yang mengelola masyarakat. Desa tidak sepeser pun mengambil hasil dari tempat Wisata Makam Keramat Solear,” katanya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *