judul gambar

BPKAD Kota cilegon: Optimalisasi Pendapatan BPHTB melalui Peran Serta Notaris dan PPAT/PPATS

  • Bagikan
BPKAD Kota cilegon: Optimalisasi Pendapatan BPHTD melalui Peran Serta Notaris dan PPAT/PPATS
BPKAD Kota cilegon: Optimalisasi Pendapatan BPHTD melalui Peran Serta Notaris dan PPAT/PPATS

HITAM PUTIH – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah melalui Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Pajak Daerah Wilayah III Kota Cilegon menggelar kegiatan Penyuluhan Pajak Daerah dalam mengoptimalisasi Pendapatan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) melalui peran serta Notaris dan PPAT, PPATS yang bertempat di hotel, di Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Senin (24-05- 2021).

Wali Kota Cilegon Helldy Agustian mengatakan, salah satu kewajiban Pemerintah Kota Cilegon adalah meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dengan menyediakan pelayanan dasar pendidikan menjadikan fasilitas. Untuk itu, pajak daerah memegang peranan sangat penting dalam struktur penerimaan di Kota Cilegon.

“Saya sampaikan bahwa tingkat partisipasi wajib pajak daerah Kota Cilegon selama kurun waktu 5 tahun terakhir menunjukkan kecenderungan tren positif khususnya BPHTB. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian BPHTB yang melebihi target pada tahun 2020, kami sangat menyadari bahwasanya untuk mencari peningkatan tersebut kami tidak dapat melakukan tanpa dukungan dan peran serta dari seluruh rekan Notaris dan PPAT/PPATS Oleh karena itu pada kesempatan yang baik ini,” katanya.

BACA JUGA :  Humas Polres Cilegon Berbagi Masker

Helldy menyampaikan apresiasi kepada para Notaris dan PPAT/PPATS yang turut berperan dalam optimalisasi penerimaan BPHTB untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Cilegon semoga pencapaian pajak daerah kita tahun ini dapat kembali dari target yang telah ditetapkan.

“Memang pajak BPHTB ini merupakan no 2 tertinggi dari target pajak kita ini sebesar 577 miliar, dan saat ini sudah mencapai 53 miliar lebih, kemudian target kita kurang lebih 35 persen dari 577 yaitu 204 miliar, jadi ini no 2 setelah PPJ (Pajak Penerangan Jalan). Oleh karena itu, kami berterima kasih, kemudian masalah hal-hal yang menjadi masalah di lapangan kita ingin bersinergi, Apakah sudah pantas pajak di Kota Cilegon dengan harga PBB nya seperti itu. Dirumuskan bersama ataupun dinaikkan ataupun seperti apa, nanti mereka akan bikin Tim (BPKAD) nanti ke depan agar supaya PAD Kota Cilegon ke depan jauh lebih meningkat jauh lebih besar seperti itu,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Ini Cara Kodam III/Siliwangi Wujudkan Penduduk Perbukitan Untuk Vaksinasi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *