judul gambar

7 Wilayah di Banten Terapkan PPKM Darurat, Ini 14 Aturannya

  • Bagikan
Gubernur Banten Wahidin Halim

HITAM PUTIH – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali mulai diberlakukan hari ini, Sabtu 3 Juli 2021.

Gubernur Banten, Wahidin Halim, memutuskan tujuh kabupaten dan kota di provinsi Banten juga menerapkan PPKM Darurat.

Berdasarkan instruksi Gubernur Banten nomor 15 tahun 2021, tujuh kabupaten/kota tersebut yaitu Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Lebak.

Ketujuh wilayah tersebut harus menjalankan aturan yang berlaku selama PPKM Darurat ini diberlakukan, mulai tanggal 3 Juli sampai dengan 20 Juli 2021.

Dikutip Hitamputih.co.id, berikut rangkuman poin-poin aturan baru yang diberlakukan pada tujuh kabupaten/kota di Banten, sesuai dengan instruksi Gubernur nomor 15 tahun 2021:

BACA JUGA :  Siap Siaga dan Sinergitas, Karang Taruna dan PMI Kecamatan Curug Jalankan PPKM Darurat

1. Sektor non esensial, pelaksanaan kegiatan diberlakukan 100 persen dari rumah atau work from home (WFH).

2. Sektor esensial dan kritikal, pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial maksimal pekerja 50 persen dapat melakukan work from office (WFO).

Sedangkan sektor kritikal 100 persen pekerja dapat melakukan WFO dengan protokol kesehatan yang ketat.

3. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, seluruhnya baik kegiatan belajar mengajar ataupun pelatihan dilakukan secara online.

4. Pusat perbelanjaan seperti mal dan pusat perdagangan ditutup.

5. Restoran dan warung makan tidak menerima makan di tempat, hanya melayani pembelian secara online dan take away.

6. Kegiatan konstruksi dapat beroperasi 100 persen, dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

BACA JUGA :  Sepuluh Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac Kembali Tiba di Indonesia

7. Tempat ibadah dan tempat umum lainnya yang digunakan untuk beribadah ditutup sementara.

8. Fasilitas umum seperti area publik, taman umum, tempat wisata, dan area publik lainnya ditutup sementara.

9. Lokasi seni, budaya, sarana olahraga dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramain ditutup sementara.

10. Transportasi umum maksimal kapasitas 70 persen, dengan prokes yang ketat.

11. Resepsi pernikahan dihadiri maksimal 30 orang dengan penerapan prokes yang lebih ketat, serta tidak menyediakan makan di tempat.

12. Pelaku perjalanan domestik harus menunjukan kartu vaksin (minimal vaksin 1 dosis), hasil tes PCR H-2 (untuk penumpang pesawat), hasil tes rapid antigen H-1 (untuk pengguna angkutan bis dan kereta api).

BACA JUGA :  Hadiri Peringatan Sewindu RSUD Banten, Gubernur WH: Sektor Kesehatan Salah Satu Fokus Pembangunan Pemprov Banten

13. Wajib memakai masker untuk kegiatan di luar rumah dan tidak diperkenankan menggunakan face shield tanpa masker.

14. Pelaksanaan PPKM Mikro di RT/RW zona merah tetap diberlakukan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *